Home   >   Ftv   >   Pencuri Kotak Amal
Pencuri Kotak Amal

Synopsis

Dudung sangat ingin membahagiakan istri dan juga anaknya, tapi ia salah memilih karena justru melakukan pekerjaan yang salah yaitu mencuri kotak amal, hingga suatu saat kepergok orang dan berusaha melarikan diri namun saat tersembunyi terperosok dan kejebur sungai lalu terbawa arus sungai dan ditemukan telah menjadi jenazah. Namun saat para penggali kubur berusaha menyediakan lubangnya mendadak tanah menjadi keras dan setelah Ustad Jamil meminta orang-orang memaafkannya maka tanah pun akhirnya berubah lunak hingga bisa digali dan berhasil menguburkan jenazah Dudung.

Tiba-tiba awan berubah menjadi hitam pekat dan suasana pun menjadi gelap dan kilat pun bersahutan saling menyabar hingga petir pun menyambar atap rumah hingga atap rumah itu roboh dan membuat pemiliknya, Dundung, terkejut hingga istrinya Rani dan puterinya, Rara ketakutan. Dudung sendiri tak mengerti mengapa peristiwa itu justru menimpanya sementara hujan pun tidak turun dan rumah orang lain tampak normal-normal saja tidak terkena oleh sambaran petir itu. Dudung pun teringat dengan apa yang selama ini dilakukannya tapi hal itu justru disembunyikan kepada istri dan juga anak semata wayangnya.
 
Ustad Jamil merasa senang karena Dudung yang tadinya jarang Shalat berjamaah kini ternyata sering ke masjid melaksanakan Shalat berjamaah. Selanjutnya, di masjid itu tiba-tiba saja orang yang baru melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah di buat terkejut karena kotak amal di masjid itu hilang. Para jamaah menduga hal ini pasti ada kaitan dengan kehadiran Dudung yang kini melaksanakan Shalat berjamaah, apalagi dari seorang jamaah tahu jika Dudung tak memiliki pekerjaan tetap dan dulunya terdengar hidupnya tak karuan. Ustad Jamil mengingatkan kepada jamaah untuk tidak berburuk sangka dan menuduh seseorang jika tidak memiliki bukti yang kuat.
Rani saat belanja sayuran di tukang sayur keliling mendadak terkejut mendengar ibu-ibu yang belanja ternyata membicarakan tentang hilangnya kotak amal di masjid dan ini pasti ada yang mencurinya. Saat kembali ke rumah dan ketika membuka lemari, Rani terkejut melihat sejumlah uang di lipatan pakaian di lemari itu. Rani justeru menegur Dudung agar tidak seperti yang dituduhkan orang-orang ia mendapatkan semua itu dari mencuri kotak amal. Saat ditanyakan Dudung mengelak rasanya tak mungkin jika ia harus melakukan hal itu. Dudung terus berusaha menutupi apa yang telah dilakukannya dengan mengatakan Shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar, jadi rasanya mana mungkin ia berani mencuri kotak amal di masjid.
Rara kemudian meminta Dudung untuk bisa membelikan sepeda seperti anak-anak lainnya. Tentu saja Dudung ingin sekali memenuhi apa yang menjadi keinginan anaknya tetapi saat itu ia tak memiliki uangnya dan Rara terus menerus merengek agar Dudung mau membelikan sepeda yang diinginkannya. Dudung tentu saja bingung memikirkan hal itu. Kemudian Dudung berpikir untuk mencuri kotak amal di sebuah masjid yang sedang dibangun dengan meninggalkan sandal seorang pegawai yang  sedang bekerja membangun masjid itu. Tentu saja semua dibuat geger dan Dudung yang melahat keterkejutan warga itu dengan sandal itu berusaha menginterogasi karyawan itu dan ia bersumpah tak melakukan hal itu. Muncul lah sumpah dari karyawan itu, semoga pencuri itu mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Walaupun kaget Dudung tetap berusaha tenang dengan apa yang dikatakan oleh karyawan itu.

Trailer

  • DIRECTOR
    Dedy Mercy
  • WRITER
    Acie TM
  • PRODUCER
    Edward Candra
ADS