Home   >   Ftv   >   Mati Berdiri Satu Kaki
Mati Berdiri Satu Kaki

Synopsis

Riyadi 30 tahun  ditemukan  tewas di sebuah lapangan di bawah pohon beringin besar. Baru kemarin masyarakat melihatnya tengah berdiri dengan satu kaki. Buat Masyarakat di Kampung Sawah, tingkah Riyadi membingungkan. Ketika ditanya, ia tidak mau menjawab hanya pandangan mata yang tajam menyorot ke sipenanya. Ditegur, ia akan marah, dan tak segan – segan melempar benda apa pun yang  ada di dekatnya. 

Melihat kenyataan ini, kedua adiknya  Rahmat  25 tahun  dan Anita  18 tahun sangat terpukul. Rahmat teringat tingkah laku kakak sulungnya ini. Riyadi  selalu membuat ibunya menangis. Seperti  saat ia ingin punya motor, ia memaksa ke ibunya, harus ada hari ini juga.  Jika tidak diberi, maka ia akan mengamuk, menghancurkan apa yang ada di dekatnya.

Aminah membanting tulang dengan membuat kue yang dititipkan ke warung – warung. Sementara Rahmat bekerja  di bengkel mobil Aman 45 tahun. Rahmat yang bekerja selain membantu ekonomi keluarga juga untuk biaya sekolah adiknya tahun ini akan tamat SMA. Tahu jika adiknya setiap bulan memiliki gajian, Riyadi selalu minta jatah dan memaksa dengan jumlah yang sudah ditentukan. 

Di kalangan teman mainnya. Riyadi dijadikan “bos”, karena senang mentraktir ketiga teman mainnya. Makan, sampai nonton, apalagi jika ada Ratna  25 tahun yang sering dijadikan umpan ketiga temannya guna menarik uang Riyadi. 

Tingkah buruk Riyadi lainnya adalah sering mengambil uang  ibunya yang disimpan di lemari di bawah tumpukan baju Aminah. Aminah tak bisa berbuat banyak selain menangis melihat tingkah buruh anak sulungnya ini. Riyadi mengalami tingkah buruk ini karena kejadian 15 tahun yang lalu, di saat suaminya Aminah, Suprapto dan Riyadi mengalami kecelakaan motor. Suaminya meninggal dunia sementara Riyadi mengalami gegar otak. Setelah kejadian naas itu, Aminah merasa wajib “memanjakan” Riyadi. Ia kasihan terhadap nasib anak sulungnya. Semua yang diminta oleh Riyadi harus dituruti tanpa bisa dibantah, termasuk saat Riyadi meminta  berhenti dari sekolah SMPnya. Meskipun memohon untuk terus menyelesaikan sekolahnya, Riyadi bersikukuh ingin berhenti.

Trailer

  • DIRECTOR
    Eddy Prasetya
  • WRITER
    Team MNC Pictures
  • PRODUCER
    Edward Candra
ADS